SEMARANG (darkorchid-curlew-947014.hostingersite.com) – Langit mendung menyelimuti halaman Rektorat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Sabtu (3/1/2026). Namun, suasana justru dipenuhi semangat ratusan mahasiswa yang secara resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), Untag Semarang menerjunkan lebih dari 300 mahasiswa KKN yang akan mengabdi langsung di tengah masyarakat. KKN periode ini mengusung tema “Mewujudkan Kampung Lestari: Mengolah Sampah dengan Memberdayakan Potensi Masyarakat”.
Tema tersebut menjadi wujud komitmen Untag Semarang dalam mendukung program Pemerintah Kota Semarang, khususnya pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. Drs. Suparjo, M.P., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa.
“KKN adalah kuliah yang dipraktikkan langsung bersama masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi hadir, mendengar, dan menjadi bagian dari solusi di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi sekaligus menggerakkan masyarakat agar memandang sampah sebagai potensi bernilai ekonomi, bukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan.
Ketua LPM Untag Semarang, Dr. Agus Wibowo, SH, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa telah dibekali program kerja yang terstruktur dan relevan dengan tema utama. Program tersebut meliputi edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah bernilai guna, hingga pemberdayaan potensi lokal masyarakat sebagai penopang terwujudnya kampung lestari.
“Mahasiswa tidak dilepas begitu saja. Mereka sudah dipersiapkan dengan program-program aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan,” katanya.
Pelaksanaan KKN Untag Semarang tahun ini difokuskan di Kecamatan Mijen yang mencakup 14 kelurahan. Wilayah tersebut dipilih sebagai laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengabdi. Selain itu, Untag Semarang juga menyelenggarakan KKN di sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah yang dikelola oleh masing-masing fakultas.
Di bawah langit pagi yang kelabu, langkah para mahasiswa meninggalkan halaman rektorat bukan sekadar menuju lokasi KKN. Mereka membawa harapan, gagasan, dan semangat perubahan—siap berbaur dengan masyarakat, mengolah sampah menjadi peluang, serta menanamkan nilai keberlanjutan bagi kampung-kampung di Jawa Tengah. St
0



