Ngaji Nom-Noman Hadirkan Cahaya 2026 di Ruang Publik CFD Simpanglima Semarang

2 Min Read
Sejumlah ulama dan tokoh agama turut hadir memberikan pencerahan. Di antaranya Dr. KH. Sarjuni dari pengurus MUI Jawa Tengah, Ketua BP4 Jateng Drs. H. Eman Sulaeman, MH, Ketua PCNU Kota Semarang KH. Anashom, serta pengurus BP4 Jateng H. Moh. Arifin melayani pengunjung. Foto:dok

 

SEMARANG (darkorchid-curlew-947014.hostingersite.com) – Mentari pagi baru saja merekah di awal tahun 2026. Di tengah riuh langkah warga yang memadati kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima, suasana teduh dan menenangkan hadir di Pedestrian Masjid Raya Baiturrahman, Jalan Pandanaran, Semarang.

Minggu (4/1/2026) pagi itu, kegiatan “Ngaji Nom-Noman On The Street” digelar sebagai penanda langkah spiritual di awal tahun.

Usai Shalat Subuh berjamaah, warga duduk bersila di ruang publik, menyimak lantunan ayat suci dan tausiyah yang mengalir hangat.

Ngaji di ruang terbuka ini menjadi ajakan sederhana: memulai tahun dengan memperbaiki niat, memperkuat iman, dan menebar kebaikan bersama.

Ketua BP4 Jateng, Drs KH Eman Sulaeman MH sedang melayani konsultasi seputar persoalan rumah tangga. Foto:dok

Kegiatan ini bukan agenda sesaat. Ngaji Nom-Noman On The Street dilaksanakan secara rutin setiap bulan, tepat di awal bulan, sebagai ikhtiar menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat. Dakwah yang tidak berjarak, tidak kaku, dan menyatu dengan denyut kehidupan kota.

Sejumlah ulama dan tokoh agama turut membersamai jamaah. Hadir Dr. KH. Sarjuni dari pengurus MUI Jawa Tengah, Ketua BP4 Jateng Drs. H. Eman Sulaeman, MH, Ketua PCNU Kota Semarang KH. Anashom, pengurus BP4 Jateng H. Moh. Arifin, dan H Ahyani, staf Takmir Masjid Raya Baiturrahman (MRB).

Pencerahan yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga keluarga, merawat persaudaraan, dan menumbuhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan zaman.

Tidak hanya mengaji, kegiatan ini juga menghadirkan kepedulian nyata.

Beragam layanan konsultasi gratis dibuka untuk masyarakat, mulai dari konsultasi keluarga sakinah, fikih waris, bimbingan mualaf, hingga belajar baca tulis Al-Qur’an.

Warga pun tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang digelar bekerja sama dengan RSI Sultan Agung. Sejak pagi, antrean terlihat di stan kesehatan—menjadi bukti bahwa dakwah juga bisa hadir lewat sentuhan kemanusiaan.

Di awal tahun 2026 ini, Ngaji Nom-Noman On The Street menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering berawal dari langkah kecil yang istiqamah.D ari subuh yang hening, dari ruang publik yang terbuka, dan dari kebersamaan yang tulus. Sunarto

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.